DUEL SESAMA NEGARA KOMUNIS ASIA TENGGARA – PERANG KAMBOJA VIETNAM

Terhitung sejak tahun 1975, Kamboja & Vietnam sama-sama dikuasai oleh pemerintahan komunis. Namun kesamaan ideologi ternyata tidak lantas membuat keduanya kompak karena ketika hubungan antara 2 negara komunis tersebut sedang berada dalam titik terendah, keduanya lantas terlibat dalam konflik yang…

DUEL SESAMA NEGARA KOMUNIS ASIA TENGGARA - PERANG KAMBOJA VIETNAM

Source

0
(0)

Terhitung sejak tahun 1975, Kamboja & Vietnam sama-sama dikuasai oleh pemerintahan komunis. Namun kesamaan ideologi ternyata tidak lantas membuat keduanya kompak karena ketika hubungan antara 2 negara komunis tersebut sedang berada dalam titik terendah, keduanya lantas terlibat dalam konflik yang dikenal sebagai Perang Kamboja-Vietnam.

Perang Kamboja-Vietnam (Cambodian-Vietnamese War) adalah sebutan untuk konflik bersenjata antara Republik Sosialis Vietnam melawan Kampuchea Demokratik (Kamboja) yang berlangsung pada tahun 1977 hingga tahun 1979.
LATAR BELAKANG

1. Menegangnya Hubungan Cina & Uni Soviet

Sebagai 2 negara yang sama-sama mengusung ideologi komunisme, bukan hal yang mengherankan kalau Cina & Uni Soviet memiliki hubungan yang dekat 1 sama lain. Namun semuanya berubah setelah Josip Stalin meninggal pada tahun 1953. Nikita Khruschev selaku pemimpin baru Soviet mencoba menyingkirkan jejak-jejak pendahulunya tersebut melalui suatu proses yang dikenal sebagai “de-Stalinisasi”.
Tindakan Khruschev tersebut ganti menuai rasa tidak suka dari Mao Zedong, pemimpin Cina yang menjadikan almarhum Stalin sebagai panutannya. Mao juga menganggap Khruschev terlalu lembek karena alih-alih menganggap kalau negara-negara kapitalis harus diperangi, Khruschev justru menganggap kalau negara-negara komunis & kapitalis bisa hidup damai bersama-sama. Buntutnya, hubungan Cina & Uni Soviet yang awalnya dekat berubah menjadi renggang. Memburuknya hubungan kedua negara tadi lantas membuat negara-negara Blok Timur ikut terpecah ke dalam 2 kubu.
Sementara itu di Vietnam, sedang terjadi Perang Vietnam antara Vietnam Utara yang komunis melawan Vietnam Selatan yang anti komunis. Baik Cina maupun Uni Soviet sepakat untuk mengesampingkan dulu permusuhan mereka & kompak mendukung Vietnam Utara, sehingga kubu komunis akhirnya berhasil memenangkan Perang Vietnam di tahun 1975. Berakhirnya Perang Vietnam & bersatunya wilayah Vietnam di bawah rezim komunis lantas diikuti pula dengan berdirinya republik komunis di Kamboja / Kampuchea oleh kelompok Khmer Merah pimpinan Pol Pot. Jika sesudah perang Vietnam mencondongkan diri pada Uni Soviet, maka Kampuchea mencondongkan dirinya pada Cina.

2. Sengketa Wilayah antara Kamboja & Vietnam

Permusuhan antara Kamboja & Vietnam bisa ditelusuri jauh hingga era kerajaan, tepatnya saat Kekaisaran Khmer masih berdiri di wilayah Kamboja sekarang. Sejak abad ke-17, sebagai akibat dari lokasinya yang diapit oleh Kerajaan Siam (Thailand) & Kekaisaran Vietnam, wilayah Kekaisaran Khmer menjadi arena konflik & perebutan pengaruh antara keduanya di mana kedua monarki tetangga Khmer tersebut memanfaatkan konflik perebutan tahta di Khmer supaya bisa memiliki sekutu. Akibat konflik itu pula, sebagian wilayah Khmer ada yang kemudian berpindah tangan ke Vietnam.

Ketika Kamboja berubah menjadi negara komunis dengan nama “Kampuchea Demokratik”, Pol Pot selaku pemimpin Kampuchea merangkap Khmer Merah mengklaim kalau wilayah Vietnam yang ada di perbatasan kedua negara aslinya adalah wilayah Kampuchea, dengan memakai alasan historis sebagai dasar klaimnya. Rezim Khmer Merah di Kampuchea juga menaruh rasa tidak percaya pada Vietnam karena walaupun Vietnam membantu kelompok Khmer Merah berkuasa di wilayah Kamboja, Khmer Merah curiga kalau Vietnam berencana menjadikan Kampuchea sebagai negara bonekanya. Kombinasi dari kedua hal tadi lantas dijadikan pembenaran oleh pihak Kampuchea untuk memerangi Vietnam.

0 / 5. 0